BANYUWANGI – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas akademik dengan pendekatan yang humanis, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Banyuwangi resmi melaksanakan kegiatan supervisi akademik langsung ke dalam kelas pada Senin, 2 November 2026. Kegiatan penjaminan mutu yang berfokus pada evaluasi pembelajaran ini dimulai tepat pukul 07.30 WIB.
MTsN 7 Banyuwangi
Pada pelaksanaan supervisi hari pertama di bulan November ini, terdapat tiga guru senior yang dijadwalkan untuk dipantau langsung proses belajar-mengajarnya di kelas sesuai jadwal, yaitu Imam Fajari, S.Pd., Drs. Abidin, dan Inganah, S.Pd. Kepala MTsN 7 Banyuwangi, Sri Endah Zulaikahtul Kharimah, S.Ag., M.Pd., turun langsung memantau bagaimana para guru mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang dalam metode pengajaran mereka.
MTsN 7 Banyuwangi
Fokus utama dari supervisi kali ini adalah penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Melalui pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya menekankan pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mengedepankan pembentukan karakter siswa melalui rasa saling menghormati, kepedulian, kelembutan, dan pendekatan emosional yang positif antara pendidik dan peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Endah Zulaikahtul Kharimah menyampaikan pesan penting terkait esensi dari kurikulum berbasis cinta ini. Beliau menegaskan bahwa supervisi bukanlah ajang untuk mencari kesalahan guru, melainkan instrumen untuk memastikan atmosfer belajar di kelas benar-benar aman dan penuh kasih bagi siswa.
"Pendidikan yang sukses berakar dari hati. Kurikulum berbasis cinta menuntut kita para guru untuk mengajar dengan empati. Ketika anak-anak merasa dicintai dan dihargai di dalam kelas, motivasi belajar mereka akan tumbuh secara alami tanpa adanya tekanan," ujar Sri Endah di sela-sela kegiatannya.
Lebih lanjut, beliau menaruh harapan besar agar hasil dari supervisi terhadap Pak Imam, Pak Abidin, dan Ibu Inganah ini mampu menjadi motor penggerak bagi guru-guru lainnya di lingkungan madrasah. Beliau berharap seluruh tenaga pendidik di MTsN 7 Banyuwangi konsisten melahirkan inovasi pembelajaran yang kreatif, komunikatif, dan berbasis karakter, demi mewujudkan generasi madrasah yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga anggun secara moral. ( Jurnalis)