BANYUWANGI —
Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, MTsN 7 Banyuwangi menggelar acara
syukuran dengan tradisi khas pesantren, yaitu makan bersama di atas daun pisang
(mayoran). Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini dilaksanakan
pada Jumat (23/10/2026) di halaman belakang madrasah.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga
Kependidikan (GTK) serta siswa-siswi MTsN 7 Banyuwangi. Suasana kebersamaan
semakin erat dengan hadirnya tamu undangan khusus, yakni Kepala MI NU 1
Sidorejo beserta seluruh siswa-siswi kelas VI yang turut serta dalam barisan
makan bersama.
Tradisi mayoran ini tidak sekadar agenda makan
bersama, tetapi menjadi cerminan nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan
kesetaraan ala santri. Tanpa sekat, seluruh GTK dan peserta didik duduk bersila
menikmati hidangan yang disajikan memanjang di atas lembaran daun pisang.
Kepala MTsN 7 Banyuwangi, Hj. Sri Endah Zulaikahtul Kharimah, S.Ag., M.Pd., memberikan
apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam
sambutannya, beliau menegaskan pentingnya merawat nilai-nilai kasantrian di
lingkungan madrasah.
"Tradisi makan bersama di atas daun pisang ini
adalah simbol kebersamaan, kesederhanaan, dan keakraban tanpa memandang
perbedaan. Saya sangat mengapresiasi kebersamaan hari ini. Kehadiran keluarga
besar MI NU 1 Sidorejo juga menjadi bukti nyata eratnya silaturahmi
antar-lembaga pendidikan Islam di lingkungan kita. Semoga nilai-nilai
kasantrian ini terus tertanam dalam jiwa anak-anak kita," ujar Hj. Sri
Endah.
Melalui peringatan HSN 2026 ini, MTsN 7 Banyuwangi berharap
seluruh peserta didik dapat meneladani akhlak, kemandirian, dan semangat
kebersamaan para santri dalam kehidupan sehari-hari.( Jurnalis )
Kolom Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Tanggapan