BANYUWANGI – Guna memperluas
wawasan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era modern, Dharma
Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana (UP) MTsN 7 Banyuwangi sukses
menyelenggarakan Webinar Parenting bertajuk "Anak, Budaya, dan
Harmoni" pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan edukatif ini berlangsung secara
khidmat di Aula Madrasah dengan diikuti oleh pengurus, anggota DWP, serta
perwakilan wali murid.
Acara ini menghadirkan Ny.
Kholilati Bahtiar, Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, sebagai keynote
speaker. Dalam arahan pembukanya, beliau menekankan pentingnya peran
strategis seorang ibu dan orang tua sebagai madrasah pertama bagi anak-anak
mereka. Orang tua dituntut tidak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman,
tetapi juga kokoh dalam menanamkan nilai-nilai moral.
"Pendidikan terbaik dimulai
dari rumah. Melalui sinergi antara budaya dan harmoni, kita dapat membentuk
generasi muda yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, serta
memiliki toleransi yang tinggi terhadap sesama," ujar Ny. Kholilati
Bahtiar.
Untuk mengupas tuntas tema
tersebut, DWP UP MTsN 7 Banyuwangi menghadirkan pakar di bidangnya, yaitu Maretha
Dellarosa, Ph.D., seorang Assistant Professor dari Universitas Negeri
Surabaya (Unesa), sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Maretha
Dellarosa menggarisbawahi pentingnya membangun sikap apresiatif terhadap
keberagaman sejak dini. Menurutnya, anak yang tumbuh dengan pemahaman budaya
yang inklusif akan lebih mudah beradaptasi, memiliki empati yang tinggi, dan
mampu menciptakan keharmonisan di lingkungannya. Beliau juga membagikan tips
praktis bagi orang tua dalam mendampingi fase-fase penting tumbuh kembang anak
agar berjalan optimal dan bahagia.
Pembina DWP UP MTsN 7 Banyuwangi Hj.Sri
Endah Zulaikahtul Kharimah, S. Ag, M. Pd menyatakan bahwa webinar ini merupakan
wujud komitmen organisasi dalam mendukung program madrasah, khususnya dalam
menyelaraskan pola asuh di rumah dan di sekolah. Diharapkan setelah mengikuti
kegiatan ini, para orang tua dapat lebih bijak dan siap mencetak generasi emas
yang berkarakter, berbudaya, serta menjunjung tinggi nilai-nilai harmoni di
tengah keberagaman. (Jurnalis)
Kolom Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Tanggapan